Perawatan Paliatif Bagi Penderita Kanker


  Penyakit kanker menurut banyak orang dianggap sebagai penyakit yang mengerikan bahkan mematikan, jadi jika ada orang yang sudah didiagnosa menderita kanker maka sepertinya sudah tidak ada harapan lagi, akibatnya banyak penderita yang kemudian putus asa sehingga mengalami penurunan kwalitas hidup.Perawatan bagi penderita kanker bisa dilakukan secara medis dilanjutkan dengan perawatan Paliatif.Perawatan paliatif adalah semua tindakan aktif untuk merawat penderita secara paripurna yang bertujuan hanya untuk meningkatkan kualitas hidup dan mempersiapkan penderita menghadapi kematian dengan tenang dan beriman.Paripurna memiliki arti penderita diperlakukan sebagai manusia seutuhnya yaitu sebagai mahluk bio-psiko-sosio-spiritual.

  Data dari WHO menyatakan lebih dari 50% penderita kanker di negara-negara berkembang datang memeriksakan diri ke Rumah Sakit biasanya pada stadium lanjut sehingga tindakan kuratif tidak dapat dilakukan.Untuk mengatasi pasien dengan stadium lanjut maka dilakukan dengan perawatan paliatif.Adapun tujuan dilakukan perawatan paliatif adalah agar penderita tetap memiliki kualitas hidup (nyaman secara fisik, psikis dan spiritual).

  Perlu kita ketahui bahwa penderita kanker biasanya mengalami ketakutan yang luar biasa, seperti :

  - takut terhadap rasa sakit ( nyeri, sesak nafas)

  - takut tubuhnya berubah, rusak atau busuk

  - takut keluarga tidak mencintai bahkan meninggalkan

  - takut keluarganya terbengkelai

  - takut biaya pengobatannya mahal

  - takut dijauhi tetangga ( dikucilkan )

  - takut kematian

  Rasa takut merupakan perasaan yang sering muncul dalam kehidupan penderita kanker. Rasa takut ini secara psikologis sangat berpengaruh dan dapat berdampak buruk karena akan membuat kondisi penderita semakin memburuk. Oleh karena itu dibutuhkan pendamping yang adalah orang-orang terdekat ataupun orang-orang yang punya kepedulian pada penderitaan orang lain untuk memberikan suport dan perhatian yang mampu membangun semangat penderita.

  Selain rasa takut, rasa lain yang muncul adalah rasa sakit secara fisik (penderitaan fisik) akibat dari penyakit yang ada pada penderita. Rasa sakit ini dapat muncul sewaktu-waktu atau bahkan terus menerus. Biasanya untuk mengatasi hal itu secara medis akan diberikan obat penahan sakit, untuk membantu mengurangi penderitaan yang dirasakan penderita. Pemberian obat penahan sakit yang tepat akan membantu memberikan kenyamanan pada penderita, sehingga tidak merasa tersiksa. Untuk itulah pendamping yang ada disekitar penderita harus peka dan ikut merasakan akan apa yang dirasakan oleh penderita. Kepekaan itu akan mempercepat segala tindakan yang dapat dilakukan untuk menolong penderita sehingga mereka akan merasa tenang dan bahagia karena ada kasih melalui perhatian yang didapatnya.

  Pengobatan untuk penderita kanker juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga tidak jarang orang menolak untuk melakukan pengobatan medis.Banyak penderita melakukan pengobatan tradisional yang dianggap murah, yang sebenarnya itu tidak menyembuhkan.Akibatnya banyak penderita datang ke Rumah Sakit dengan kondisi yang sudah lanjut. Kondisi yang dianggap sudah lanjut inilah yang memerlukan perawatan Paliatif, dimana penderita yang sudah merasa tidak punya harapan hidup , menjadi memiliki harapan hidup.

  Perawatan Paliatif dilakukan secara terpadu, yaitu kerjasama antara Tim Medis ( dr, perawat, laborat, farmasi, gizi, fisioterapis), keluarga, orang-orang (masyarakat) yang punya kepedulian untuk terpanggil mendampingi dan pemimpin agama. Ketika satu tim ini bisa saling bekerjasama untuk memerankan fungsinya dengan baik maka penderita akan merasakan bahwa dirinya kuat menjalani kondisinya dan bahagia. Ketika penderita merasakan sakit maka dr. akan memberikan obat penahan sakit, jika ada luka perawat akan merawat lukanya, keluarga akan mendampingi dengan terus memberikan kasih dengan perhatian sepenuh hati, pendamping dari orang-orang yang punya kepedulian akan datang mengunjungi sebagai sahabat yang menyediakan waktu dan perhatian bagi penderita. Pemimpin agama bisa sewaktu-waktu datang untuk memberikan dukungan dan bimbingan spiritual, sehingga iman penderita tetap terpelihara dan memberikan penjelasan bahwa penyakitnya bukan sebagai hukuman dari Tuhan .

  RS.Pantiwilasa “Dr. Cipto” merupakan rumah sakit yang rindu memiliki pelayanan yang paripurna untuk penderita kanker, tidak hanya perawatan dalam segi pengobatan medis tetapi juga perawatan Paliatif. Perawatan Paliatif mungkin belum bisa dengan sempurna dilakukan tetapi saat ini menjadi mimpi yang akan kami wujudkan. Harapannya penderita kanker jika dirawat tidak lagi mempunyai perasaan menderita sorang diri (cemas, takut dan nyeri) namun mereka akan merasa bahwa ada banyak orang yang ikut merasakan penderitaannya bahkan siap memberikan pertolongan bagi mereka ( empati), dengan rasa yang demikian akan menimbulkan rasa bahagia dan nyaman pada penderita. Dengan perawatan Paliatif yang diberikan akan meningkatkan kwalitas hidupnya baik secara fisik, psikologis, soaial dan spiritual.