Kanker dan Perawatan Paliatif

  kanker, terapi psikologis, perawatan paliatif

  Kanker adalah salah satu penyakit yang ditakuti masyarakat. Kanker bisa menyerang siapa saja karena penyakit ini tidak mengenal usia, tidak mengenal gender, tidak mengenal jabatan, tidak mengenal status sosial dan lain-lain.

  Apakah itu: Tumor, Neoplasma dan Kanker?

  Tumor adalah semua benjolan abnormal dalam tubuh. Benjolan karena kebentur, abses (udun), andeng-andeng dan lain-lain juga termasuk dalam definisi tumor.

  Neoplasma adalah pertumbuhan abnormal dari suatu bagian dalam tubuh yang tidak dapat dikendalikan oleh tubuh sendiri, contoh uci-uci. Neoplasma ada yang jinak dan yang ganas. Yang ganas inilah yang menjadi kanker.

  Kanker adalah kelainan sel (tingkat DNA) yang disebabkan oleh suatu hal atau rangsangan yang menyebabkan pertumbuhan sel tersebut sulit dikendalikan oleh tubuh dan mempunyai ciri-ciri cepat berkembang serta mempunyai anak sebar.

  Kanker pada stadium awal tidak menunjukkan gejala, karena itu deteksi dini sangat dianjurkan. Jangan tunggu sampai timbul gejala.

  Penyebab Kanker belum diketahui dengan pasti (multifaktorial), tapi setidaknya ada dua hal yang mempengaruhi yaitu: .

  1. Genetik (keturunan/herediter)

  2. Paparan

  Kanker pada stadium lanjut sangat membutuhkan perhatian dan perawatan khusus. Di sinilah perawatan paliatif akan sangat dibutuhkan.

  Falsafah Perawatan Paliatif

  Menjadi hak semua pasien untuk mendapatkan perawatan yang terbaik sampai akhir hayatnya. Penderita kanker yang dalam stadium lanjut atau tidak berangsur-angsur sembuh perlu mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga penderitaannya dapat dikurangi. Pelayanan yang di berikan harus dapat meningkatkan kualitas hidup yang optimal sehingga pasien dapat meninggal dengan tenang dan dalam iman.

  Pola Dasar Pemikiran Perawatan Paliatif

  Dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup yang seoptimal mungkin bagi penderita dan keluarganya, perawatan paliatif diberikan dengan dasar pemikiran sebagai berikut:

  a. Meningkatkan kualitas hidup dan menganggap bahwa kematian adalah proses yang normal.

  b. Tidak mempercepat atau menunda kematian.

  c. Menghilangkan rasa nyeri dan keluhan lain yang mengganggu.

  d. Menjaga keseimbangan psikologis dan spiritual.

  e. Berusaha agar penderita tetap aktif sampai akhir hayatnya.

  f. Berusaha membantu duka cita pada keluarga.

  Mulailah hidup sehat dan lakukan deteksi dini, jangan menunggu gejala agar kita terhindar dari penyakit kanker. Jika terdiagnosa, jangan ragu untuk segera menjalani terapi sesuai anjuran dokter.

  Jangan takut! Kanker dapat disembuhkan terlebih bila terdeteksi dini.