Gejala Kanker Serviks,Proses Pap Smear,Pengobatan Minimal Invasif tanpa operasi

St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou


  Gejala-gejala kanker serviks sebagai berikut :

  Apabila ada rasa nyeri disekitar area kewanitaan dan panggul ,berwaspada lah ,nyeri seringkali dirasakan pada penderita kanker serviks yaitu pada sekitar area kewanitaan dan panggul. Hal ini dikarenakan sel kanker mulai merusak sel-sel tubuh yang normal. Saat tubuh mengalami perubahan, maka akan mengirimkan sinyal, yaitu nyeri. Nyeri ini sebagai bentuk bahwa ada bagian tubuh yang terluka akibat mengalami kerusakan sel. Nyeri punggung Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung. Gejala ini biasanya terjadi pada stadium lanjut kanker serviks dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim. Nyeri saat buang air kecil disebabkan saluran kencing yang terdesak/tertekan oleh pembengkakkan sel kanker menyebabkan saluran air seni yang akan dikeluarkan tidak dapat mengalir dengan leluasa, sehingga saraf sekitarnya memberikan rasa nyeri.

   1. Keluar cairan vagina yang tidak normal Keputihan,darah

   2. Pendarahan ,pendarahan di luar siklus menstruasi pada wanita dapat Pendarahan muncul karena sel kanker telah merusak sel lainnya, salah satunya adalah sel darah yang berada pada sekitar area kanker, sehingga tidak menutup kemungkinan pasien kanker serviks stadium 2 akan mengalami pendarahan. Gejala utama dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan vagina baik pendarahan setelah berhubungan seksual, saat buang air besar, menstruasi yang berkepanjangan atau tidak normal, serta pendarahan yang terjadi setelah masa menopouse. Jika anda mengalami pendarahan seperti yang disebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya,.

   3. Pembengkakan pada kaki sebagai akibat dari peredaran darah yang kurang lancar. Selain itu pembengkakan juga dipengaruhi faktor perubahan hormon akibat pengaruh dari perkembangan sel kanker. Pembengkakan kaki merupakan tanda bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

   4. Nyeri saat berhubungan badan Nyeri perut tidak hanya mengalami nyeri punggung, penderita kanker serviks juga akan merasakan sakit dan nyeri di bagian perut. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh menghasilkan zat prostaglandin saat menangkal infeksi dan zat ini dapat menimbulkan rasa sakit pada perut.

   5. Mudah lelah kerena beberapa sel tubuh sudah mulai mengalami kerusakan dan juga daya tahan tubuh yang juga mulai menurun. Pusing dan kelelahan pada stadium lanjut, penderita akan sering mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini akan menjadi semakin buruk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

    6. Penurunan nafsu makan,turunnya berat badan secara drastis Penderita kanker stadium akhir akan mengalami cachexia, yakni hilangnya berat badan serta massa otot. Kondisi ini juga disertai dengan hilangnya nafsu makan dan tubuh akan merasa lemas. Cachexia terjadi dikarenakan metabolisme tubuh yang terganggu oleh jaringan kanker

  Pencegahan Kanker Serviks

  Berikut adalah cara untuk mencegah timbulnya kanker serviks :

  1. Lakukan Screening kanker serviks, USG,CT-scant

  2. Pap Smear : Tahapan, Proses, dan Manfaatnya

  pap smear adalah metode untuk memeriksa kesehatan sel pada jaringan organ leher rahim. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sel dari leher rahim dan diperiksa secara mikroskopis. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apabila terjadi kelainan pada sel leher rahim yang berpotensi menjadi kanker.

  Pap smear merupakan suatu metode atau tes yang digunakan untuk mengetahui apakah di dalam tubuh seseorang terdapat sel-sel kanker atau tidak. Tes yang juga dikenal dengan istilah tes Papanikolaou ini dilakukan khususnya bagi para wanita untuk mendeteksi gejala kanker serviks. Dengan pap smear dapat membantu mendeteksi dini dan dapat pengobatan dini bagi seorang wanita yang menngidap kanker serviks yang masih pada stadium awal. Selain itu, uji pap smear juga dapat mendeteksi perubahan yang terjadi pada sel-sel rahim yang mungkin berkembang menjadi kanker serviks di kemudian hari.

  Tahapan-tahapan step-step Pemeriksaan pap smear,sebagai berikut:

  1) Berbaring dan Rileks ,berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi kaki membuka lebar.  untuk membuat otot-otot pada bagian kaki hingga pinggul menjadi lebih tenang dan rileks.

  2) Pengecekan Bagian Luar Vagina,memeriksa bagian luar vulva membuka bagian labia sehingga bagian genital dapat terlihat untuk melihat apakah vagina pada bagian ini normal atau tidak.

  3) Memasukan speculum untuk membuka vagina, dimasukan semacam alat bernama spekulum. Jangan khawatir. Proses pemasukan spekulum ini tidak menyebabkan vagina anda terluka, gunanya untuk memperlebar bukaan vagina untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

  4) Pengumpulan sampel jaringan dari bagian luar mulut rahim,mengambil sampel dari jaringan yang berada pada mulut rahim bagian luar atau dalam istilah medis dikenal sebagai ektoserviks. Pengambilan sampel jaringan ini dengan menggunakan alat sejenis spatula khusus yang memang diperuntukan untuk  Pengambilan sampel jaringan dari bagian saluran mulut rahim hingga bagian dalam rahim

  5) Tahapan pap smear selanjutnya adalah dengan pengambilan sampel jaringan yang berada di bagian saluran mulut rahim serta bagian dalam rahim. Di sini tahapan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang berbentuk seperti sikat menyerupai bentuk sapu yang kecil bernama Cytobrush.

  6) Pencopotan spekulum,Jika proses pengambilan sampel jaringan sudah selesai, selanjutnya speculum yang tadi dipasang akan dilepas yang menandakan jika proses pap smear telah selesai. Saat proses pencopotan spekulum ini petugas medis juga akan melakukan pemeriksaan pada bagian uterus dan ovarium kita. Dalam proses ini petugas hanya akan menggunakan tangannya untuk merasakan kedua bagian ini yang sebenarnya tidak dapat terlihat.

  7) Pengecekan sampel jaringan, Sampel jaringan yang sudah diambil nantinya akan dikirim ke laboratorium patologi untuk proses pemeriksaan guna melihat sel-sel tersebut dengan menggunakan mikroskop. Proses ini nantinya dapat melihat apakah sel-sel ini merupakan sel yang normal ataukah sel yang abnormal.

  8) Laporan pemeriksaan,Jika proses pemeriksaan dilaboratorium patologi sudah selesai. Dalam hal ini sudah diketahui apakah anda memiliki sel normal pada mulut rahim maupun rahim anda atau tidak. akan memberikan anda laporan tertulis mengenai normal tidaknya kondisi sel di mulut rahim dan rahim anda untuk selanjutnya dapat dilakukan proses lanjutan jika memang hasilnya mengatakan ada ketidaknormalan sel pada serviks anda.

  Demikian tahapan-tahapan yang akan anda lalui ketika anda melakukan pap smear. Saat proses pap smear ini berlangsung perasaan kurang nyaman atau sakit hingga pendarahan kecil akan sangat relatif bagi masing-masing wanita.

  Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi,kemoterapi,surgery, mengangkat seluruh rahim yang disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi herbal dan terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

  2. Terapi Kekebalan Sel Tubuh ,merupakan semacam terapi biologis bagi tumor,yaitu dengan cara menyuntikan sel imun anti tumor ke dalam tubuh pasien,dapat membunuh tumor secara langsung ataupun merangsang reaksi kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.