Faktor-faktor Penyebab Kanker Limpoma

  Pengobatan Limpoma dengan teknologi canggih dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

      Jenis-jenis Limfoma

  Kanker kelenjar getah bening /Limfoma adalah kanker yang muncul dalam sistem kekebalan tubuh (sistem limfatik) yang menghubungkan noda limfa atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh.

  Sel-sel darah putih limfosit dalam sistem limfatik akan membantu pembentukan antibodi tubuh untuk memerangi infeksi. Tetapi jika sel-sel limfosit B dalam sistem limfatik diserang kanker, sistem kekebalan tubuh penderita akan menurun sehingga rentan mengalami infeksi.

  Kanker ini dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu limfoma Hodgkin(HL) dan non-Hodgkin.(LNH) .

  Perbedaan utamanya terletak pada jenis sel limfosit bila di mikroskopik ada sel Reed-Sternberg pada limfoma Hodgkin(HL)

  Sedangkan LNH tidak ada sel Reed-S,tetapi pada LNH perkembangan gejala lebih agresif

  Limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi dibandingkan limfoma Hodgkin. Diperkirakan sekitar 8 dari 10 kasus limfoma merupakan jenis LNH.

  LNH kanker getah bening menyerang pada organ limpa, hati, dan sumsum tulang yang mengakibatkan pasien mengalami anemia, trombositopenia dan leukopenia. Organ tubuh diluar kelenjar getah bening yang terkena pada LNH adalah otak, paru, lambung, usus halus, tulang, dan testis. Berbeda dengan LH hanya menyerang kelenjar getah bening tetapi tidak di organ tubuh. Dan biasanya pada LNH, tumor dirasakan lebih keras dibandingkan pada LH

  Gejala-gejala Limfoma

  1)Benjolan ini tidak terasa sakit dan umumnya muncul pada leher, ketiak, dan selangkangan.2)Selalu merasa lelah.3)Berkeringat pada malam hari.4)Demam dan menggigil.5)Sering mengalami infeksi atau infeksi yang sulit sembuh.6)Gatal-gatal di seluruh tubuh.7)Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.8)Tidak nafsu makan.9)Pembengkakan pada perut.Sakit perut.10) Batuk yang tidak kunjung sembuh.11) Gangguan pernapasan.12)Sakit dada.

  Penyebab dan Faktor Risiko Limfoma

  Limfoma terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada DNA sel-sel limfosit sehingga pertumbuhannya menjadi tidak terkendali.

  1. Usia. Sebagian besar limfoma Hodgkin terjadi pada pengidap yang berusia 15-30 tahun dan lansia di atas 55 tahun. Sedangkan risiko limfoma non-Hodgkin akan meningkat seiring usia, khususnya lansia berusia di atas 60 tahun. 2. Faktor keturunan. 3. Pernah tertular virus Epstein-Barr atau EBV. Virus ini menyebabkan demam kelenjar. Orang yang pernah mengalami demam kelenjar lebih berisiko mengalami limfoma Hodgkin. 4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah, 5.Jenis kelamin. Limfoma lebih sering menyerang pria dibandingkan dengan wanita.

  Langkah pemeriksaan yang disarankan meliputi ;

  Tes darah dan urine.

  X-ray, CT-scant, MRI, dan PET scan. Pemeriksaan imaging ini digunakan untuk melihat tingkat penyebaran limfoma lebih jelas.

  Biopsi untuk mengetahui sifat dan jenis kanker.

  Biopsi, X-ray, CT Scan, MRI, dan PET Scan juga akan membantu dokter untuk menentukan stadium serta tingkat perkembangan limfoma yang Anda derita.

  Stadium-stadium dalam limfoma.

  Stadium 1 – kanker menyerang salah satu kelompok noda limfa.

  Stadium 2 – kanker menyerang dua kelompok noda limfa atau menyebar ke satu organ di sekitar noda limfa, tapi hanya terbatas pada tubuh bagian atas atau bawah saja.

  Stadium 3 – kanker menyebar ke kelompok noda limfa pada bagian atas dan bawah diafragma.

  Stadium 4 – kanker sudah menyebar melalui sistem limfatik dan masuk ke organ atau sumsum tulang.

  Pengobatan yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Limphoma adalah faktor yang paling penting dan sangat efektif. Dan untuk pasien kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi genetik bertarget adalah pengobatan yang dilakukan setelah menentukan tempat yang menjadi penyebab kanker secara tepat ( tempat ini dapat berupa molekul protein dalam sel tumor, dan juga dapat berupa bagian dari gen ), lalu dirancang obat yang efektif untuk pengobatan jenis tumor tersebut, setelah obat masuk ke dalam tubuh akan secara otomatis memilih tempat yang menjadi penyebab kanker dan membunuh sel tumor, tanpa merusak atau mempengaruhi jaringan normal sekitar tumor.

  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat

  5. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup