Perbedaan Pengobatan Modern dengan Pengobatan Konventional Terhadap Pengobatan Kanker Hati

Gejala kanker hati,Perbedaan Pengobatan Konventinal dengan St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Apabila fungsi hati terganggu karena serangan kanker, pasien akan mengalami keracunan darah karena tubuh tak bisa mengeluarkan toksin dari tubuh. Darah akan sarat residu dan toksin ini akan menghantarkan racun ke seluruh tubuh dan merusak seluruh sistem organ dalam tubuh. Kerusakan hati juga akan menyebabkan masalah fatal dengan metabolisme tubuh karena salah satu sumber energi yang menjadi bahan bakar proses metabolisme yakni lemak tidak terpenuhi.

  Kanker hati biasanya merupakan jenis kanker sekunder yang merupakan proses metastatis atau penyebaran sel kanker dari organ kanker premier (asal muasal mutasi sel kanker pada organ). Metastasis adalah sel kanker lepas menyebar ke sel sehat pada organ disekitarnya atau terbawa dalam aliran darah.

  Beberapa fungsi hati adalah sebagai berikut : Penetralisir racun, toksin dan residu proses metabolisme, membantu proses pencernaan lemak dan protein,membantu mengendalikan penggumpalan darah, memproduksi beberapa senyawa yang membantu proses sekresi sari makanan untuk mudah diolah dalam tubuh seperti produksi empedu untuk proses pencernaan lemak.Namun kasus kanker hati primer juga relatif tinggi dan biasanya berawal dari kondisi infeksi tertentu. 

Jenis-Jenis kanker hati

 Adapun kanker primer terbagi dalam 4 jenis, yakni:

  · Karsinoma Hepatoseluler yaitu;sejenis kanker hati yang paling banyak terdeteksi, dimana serangan kanker muncul pada otot hati sehingga terjadi pembengkakan pada dinding hati.

  · Cholangiosarcoma yaitu;Kanker hati jenis ini justru berawal dari kelenjar empedu dan menyebabkan terjadinya penumpukan cairan empedu pada sel-sel hati. Biasanya penyakit ini terjadi pada mereka berusia manula.

  · Hemangisarcoma,yaitu Serangan kanker hati yang terpusat pada pembuluh-pembuluh kapiler dalam hati. Pembengkakan terjadi pada pembuluh darah sehingga menimbulkan lebam kebiruan pada perut kanan.

  · Hepatoblastoma,yaitu;Jenis kanker yang terbilang langka ini terkait dengan kelainan darah dan kondisi hati bawaan dan biasanya diidap oleh anak-anak.

  · Angiosarcoma,yaitu;Serangan kanker hati dimana sel-sel endotel hati secara menyeluruh mengalami mutasi dan pengerasan. Kondisi kanker jenis ini tergolong jarang namun terkenal sangat cepat menyebar dan bisa sangat mematikan.

  Penyebab Kanker Hati

  Salah satu penyebab utama dari penyakit kanker hati adalah penyakit sirosis hati. juga salah satu penyebabnya adalah virus hepatitis B, infeksi hepatitis B dan hepatitis C,

  Selain hepatitis B, penyakit perlemakan hati non alkoholik juga bisa menjadi penyebab kanker hati meski pasien tak mengalami sirosis hati. Penyakit ini muncul ketika organ hati diselimuti oleh lemak sehingga mendesak hati. Perlahan hati akan mengalami kematian sel karena desakan ini dan akhirnya memicu kondisi toksinitas dan menyebabkan karsinogen.

  Pola hidup tak sehat dimana pasien kerap mengkonsumsi minuman dengan kandungan alkohol tinggi, obat-obatan terlarang atau kebiasaan menikmati makanan yang riskan bahan aditif macam soda, makanan pengawet, pewarna buatan sampai beberapa kimiawi berbahaya seperti boraks atau formadehyde akan membuat hati mengalami tekanan karena tingginya toksin dalam darah.

  Kondisi ini memicu hati mengalami penurunan fungsi dan endapan toksin justru tertahan dalam hati.Endapan ini membentuk kondisi karsinogen yang menjadikan hati semacam habitat  bagi sel kanker tumbuh subur.

  Gejala Kanker Hati

  Sebenarnya deteksi awal kanker hati bisa membantu menekan resiko kematian dan perkembangan kanker hingga stadium akhir. Dan adapun gejala kanker hati yang lebih spesifik antara lain adalah:

  · Muncul pembengkakan pada perut kanan atas, kadang muncul ruam kemerahan atau bilur kebiruan yang menandakan adanya pembuluh darah yang turut membengkak.  

  · Muncul rasa gatal pada kulit yang semakin berat di malam hari. 

  · Pasien menunjukan tanda kelelahan hebat yang sering terjadi disertai keluhan anemia.

  · Kerap mengalami cegukan yang disebabkan oleh diafragma yang mengalami tekanan akibat pembengkakan hati.

  · Kulit dan mata kuning karena kadar bilirubin dalam darah tinggi . Bilirubin adalah bentuk dari toksinitas yang seharusnya keluar bersamaan dengan air seni. Karena sistem pembuangan tidak berfungsi akibat disfungi hati maka darah menjadi kotor dan memicu pasien mengalami kuning.

  · Mengalami asites atau pembengkakan perut. Pasien pada dasarnya mengalami penurunan berat badan ketika mengalami kanker hati, namun juga akan menunjukan perut yang membuncit karena sumbatan aliran pembuangan air menuju sistem kandung  kemih.

  · Kaki dan tangan membengkak yang juga disebabkan oleh efek penumpukan cairan dan bilirubin dalam tubuh.

  · Urin akan tampak keruh dengan warna kuning tua hingga kecoklatan. Warna cokelat berasal dari perdarahan dalam hati. Sementara itu feses justru menjadi hitam karena efek tercampurnya toksin dan bilirubin dalam feses.

  · Muntah darah bisa terjadi terutama pada stadium akhir ketika terjadi perdarahan berat pada hati dan menyebabkan munculnya aliran darah dari hati menuju area pencernaan dan menggenang pada kantung lambung.

  · Beberapa Cara yang Tepat Pengobatan Kanker Hati ;

  · Keistimewaan  Pengobatan Terapi khusus di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou adalah;

  · Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk berbagai jenis kanker adalah faktor yang paling penting dan sangat efektif. Dan untuk pasien kanker , kemoterapi bukanlah satu-satunya pilihan pengobatan kanker, perkembangan Internasional Medis yang lebih maju terdapat teknologi lebih canggih yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  ·   1. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  ·   2. Terapi Genetik Bertarget adalah pengobatan yang dilakukan setelah menentukan tempat yang menjadi penyebab kanker secara tepat ( tempat ini dapat berupa molekul protein dalam sel tumor, dan juga dapat berupa bagian dari gen ), lalu dirancang obat yang efektif untuk pengobatan jenis tumor tersebut, setelah obat masuk ke dalam tubuh akan secara otomatis memilih tempat yang menjadi penyebab kanker dan membunuh sel tumor, tanpa merusak atau mempengaruhi jaringan normal sekitar tumor.

  ·   3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  ·   4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat,dengan demikian tetap terjaga fungsional hati,karena pengobatan tidak mempengaruhi fungsi hati seutuhnya.

  ·   5. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi, efek samping kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil yang efektif

  Perbedaan dengan pengobatan Medis konventional pada umumnya,adalah;

  ·1) Reseksi/operasi

  Prosedur ini dilakukan dengan pembedahan yang bertujuan mengangkat sebagian dari hati yang sudah terserang kanker. Proses ini bisa dilakukan pada kanker dengan ukuran yang belum terlalu besar, mengingat mustahil memotong terlalu besar bagian hati. Diperlukan penyembuhan hingga 4 bulan untuk pasien kembali pulih pasca pengangkatan. Sementara beberapa resiko bisa muncul seperti infeksi, perdarahan dan trombosis vena dalam. Dengan cara pengangkatan seperti gambar dibawah ini;

  ·2) Transplantasi

  Tindakan ini dilakukan dengan mengganti organ hati yang sudah rusak dengan hati baru yang sehat. Hati baru ini bisa berasal dari orang yang sudah meninggal baru atau dari pendonor hidup dengan kondisi hati yang sepenuhnya sehat. Hanya saja prosedur transplantasi hati dengan pendonor hidup kerap kali lebih beresiko dari dengan hati dari pendonor meninggal.

  Tindakan ini juga baru bisa diberikan pada pasien kanker hati dengan kondisi kanker yang tak lebih dari ukuran 5 cm, karena bila lebih dari itu dikhawatirkan sel kanker sudah mengakar pada abdomen sehingga mungkin saja kembali menulari sel hati baru. Tindakan ini juga bisa beresiko efek alergi pasien terhadap organ baru yang dapat memicu kematian.

  ·3) Kemoterapi Konventional

  Kemoterapi diberikan dengan memasukan obat kemo melalui infuse intravena. kedalam tubuh melalui pembuluh darah dan mengalir pada beberapa organ(seperti;dinetralisir oleh hati-dipompa oleh jantung-terakhir pada ginjal) yang dilalui sel darah,mendapat reaksi penolakkan yang besar oleh sistem antibody seperti; darah putih/leukosite ,kelenjar getah bening dan insulin yang dihasilkan oleh pancreas, dan terakhir hanya sebagian kecil obat kemo yang berhasil dihantar pusat lesi kanker untuk menyerang sel kanker . Hanya saja sifat senyawa ini tak hanya menyerang sel kanker tetapi juga sel normal. Sebagian pasien ada yang mengalami gangguan keluhan karena efek samping kerontokan rambut, rasa mual, dan rasa linu /ngilu sendi.dll