Pengobatan Kanker Lidah

Pengobatan Kanker Lidah

  Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai rongga mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap.

  Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara, juga membantu membolak balik makanan dalam mulut. Lalu, pernahkah Anda mengalami bercak putih atau lidah berwarna putih? Berikut beberapa penyebab lapisan putih atau bintik putih di lidah:

  1. Leukoplakia

  Kondisi ini menyebabkan sel-sel dalam mulut tumbuh berlebihan. Kemudian, menyebabkan pembentukan bercak putih di dalam mulut, termasuk di lidah. Meskipun tidak berbahaya, leukoplakia bisa menjadi pelopor untuk kanker lidah. Jadi, penting bagi dokter gigi untuk menentukan penyebab bercak putih di lidah Anda. Leukoplakia bisa berkembang dan sering ditemukan pada orang yang menggunakan produk tembakau.

  2. Oral thrush

  Oral thrush adalah suatu kondisi di mana jamur candida albicans terakumulasi pada lapisan mulut. Jamur ini menyebabkan lesi putih krem, biasanya di lidah atau pipi bagian dalam. Lesi dapat bersifat menyakitkan dan menimbulkan sedikit darah ketika disentuh. Sariawan ini paling sering terlihat pada bayi dan orang tua, terutama pemakai gigi palsu atau pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Orang dengan diabetes dan orang yang memakai steroid inhalasi untuk asma atau penyakit paru-paru juga bisa mendapatkan thrush. Oral thrush lebih mungkin terjadi setelah penggunaan antibiotik, yang dapat membunuh bakteri "baik" di dalam mulut.

  3.Oral lichen planus

  Oral lichen planus (OLP) adalah penyakit yang umum dijumpai dan hanya mempengaruhi lapisan epithelium skuamosa berlapis. Sebuah jaringan garis putih di lidah dengan penampilan seperti renda, dapat menjadi tanda kondisi ini.

  Namun, dokter sering tidak bisa menentukan penyebabnya, tapi biasanya keadaan ini akan baik sendiri. Misalnya dengan melakukan praktek kebersihan gigi yang tepat, menghindari tembakau, dan mengurangi makanan yang mengiritasi mulut Anda.

  Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk berbagai jenis kanker adalah faktor yang paling penting,penanganan yang tepat  dan sangat efektif. Dan untuk pasien kanker , kemoterapi bukanlah satu-satunya pilihan pengobatan, perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi Genetik Bertarget adalah pengobatan yang dilakukan setelah menentukan tempat yang menjadi penyebab kanker secara tepat ( tempat ini dapat berupa molekul protein dalam sel tumor, dan juga dapat berupa bagian dari gen ), lalu dirancang obat yang efektif untuk pengobatan jenis tumor tersebut, setelah obat masuk ke dalam tubuh akan secara otomatis memilih tempat yang menjadi penyebab kanker dan membunuh sel tumor, tanpa merusak atau mempengaruhi jaringan normal sekitar tumor.

  2. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  3. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat

  4. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi, efek samping kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil yang efektif bersifat jangka panjang dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup waktu yang lebih lama