Apakah Kanker Rahim Stadium Lanjut Bisa Disembuhkan?

Kanker rahim, kanker serviks, kanker rahim stadium awal, kanker rahim stadium lanjut, Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi, Pisau Photon, Terapi Minimal Invasif, Kemoterapi, Radioterapi, gejala kanker rahim, diagnosa kanker rahim, pengobatan kanker rahim.

  Secara umum, pasien kanker yang terdeteksi sejak dini memiliki peluang kesembuhan yang lebih besar. Oleh karena itu, deteksi dini kanker rahim sangat membantu dalam proses pengobatan, namun karena gejala awal kanker rahim yang tidak terlalu jelas, membuat pasien cenderung mengabaikannya, sehingga menyebabkan gejala semakin memburuk, dan pada akhirnya pasien pun kehilangan waktu pengobatan terbaik.

  Umumnya, sebagian besar kanker rahim stadium akhir telah mengalami metastasis, sehingga pasien tidak mungkin menggunakan metode operasi. Secara klinis, metode pengobatan kanker rahim bergantung pada terapi obat, termasuk kemoterapi yang dipadukan dengan pengobatan tradisional china, tetapi pada kasus tertentu juga dapat diterapkan radioterapi. Apapun jenis metode pengobatannya, semua itu efektif mengurangi efek toksisitas.

  Untuk pasien stadium lanjut yang metastasis, fungsi tubuh yang lemah, telah sulit untuk menerima kemoterapi, namun dapat menggunakan terapi intervensi, cryosurgery, imunoterapi, pisau photon, terapi minimal invasif dan metode lainnya. Teknologi pengobatan minimal invasif secara efektif dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang kelangsungan hidup.

  Gejala Awal Kanker Rahim

  Kanker yang terdeteksi sejak dini memiliki efektifitas pengobatan yang lebih baik. Oleh karena itu, melalui pendeteksian dini pada kanker rahim sangat membantu dalam proses pengobatan. Gejala awal kanker rahim tidak terlalu jelas, bisa berupa pendarahan pada vagina, keputihan, nyeri dan lain-lain. Oleh karena itu, pasien harus selalu memperhatikan hal-hal di bawah ini :

  Perdarahan vagina. Terutama perdarahan yang terjadi pasca menopause, umumnya jumlahnya tidak banyak. Bagi mereka yang belum mengalami menopause, bisa timbuk gejala seperti menstruasi yang lebih banyak, berkepanjangan atau gangguan siklus menstruasi.

  Keputihan tidak normal. Biasanya berupa cairan darah atau sekresi serosa, infeksi yang disertai nanah, darah dan bau busuk. 25% pasien kanker rahim mengalami gejala ini.

  Sakit pada bawah perut dan gejala lain. Adanya kanker serviks dapat menyebabkan empiema rahim, sakit di bagian perut bawah dan kram. Pada kasus stadium lanjut, jaringan yang terkena invasi atau jika kanker menekan bagian saraf, dapat menimbulkan rasa sakit pada perut bagian bawah perut dan pinggul. Sedangkan pada pasien stadium lanjut bisa timbul gejala-gejala seperti anemia, berat badan menurun dan cachexia.