TERAPI HORMON KANKER PROSTAT

TERAPI HORMON KANKER PROSTAT

  Pengobatan untuk kanker prostat selanjutnya adalah dengan melakukan terapi hormon. Hasil yang akan diperoleh dengan terapi ini adalah untuk menurunkan kadar hormon pria (androgen), karena dari hormon androgen inilah membuat sel-sel kanker prostat menjadi tumbuh dan berkembang. Sumber utama tubuh yang menghasilkan hormon androgen berasal dari testis.

  Terapi hormon untuk kanker prostat

  Dengan menurunkan kadar androgen akan membuat kanker prostat menjadi lebih kecil atau pertumbuhannya menjadi lebih lama. Dengan terapi pengobatan hormon testosteron pertumbuhan sel kanker dapat di kontrol, tetapi tidak dapat menyembuhkan kanker itu sendiri.

  Mungkin saja dokter anda menyarankan untuk melakukan perawatan, dan biasanya dokter hanya bisa mengontrol kanker prostat yang telah menyebar ke bagian lain dari tubuh dengan terapi hormon. Hasilnya dalam jangka waktu tertentu kanker tidak akan tumbuh, bahkan bertahun – tahun, namun sebagian kecil kanker prostat ada yang tumbuh meskipun sudah tidak ada hormon androgen pada pria.

  Setelah melakukan pengobatan orkiektomi atau pengobatan dengan agonist LH RH, tubuh tidaka akan menghasilkan testosteron yang di produksi oleh testis. Tetapi, kelenjar adrenal masih menghasilkan sebagian kecil hormon laki-laki. LH-RH (Luteinizing hormone-releasing hormone) agonists adalah terapi yang akan menghentikan testikel dalam memproduksi testosteron dengan cara mencegah kelenjar lendir melepaskan hormon yang dapat merangsang produksi testoren tersebut. Maka, dalam tiga atau empat bulan sekali beberapa jenis obat-obatan akan disuntikkan, atau satu tahun, tergantung jenis injeksi yang didapatkan oleh si pasien.

  Terapi hormon sering digunakan dalam pengobatan kanker prostat, jika:

  1. Tidak melakukan pembedahan atau pun radiasi untuk pengobatan kankernya.

  2. Pria yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami kekambuhan biasanya bersamaan dengan radioterapi.

  3. kanker prostat telah menyebar ke organ lain atau pada kasus kanker sering kambuh.

  4. Digunakan sebelum dilakukan tindakan pembedahan atau radioterapi dengan tujuan untuk mengecilkan kankernya.

  Penggunaan obat-abatan untuk terapi hormon pada pengobatan kanker prostat antara lain,

  1. Agonists luteinizing hormon - hormon dilepaskan (LHRH): obat ini dapat mencegah testis membuat testosteron. Adalah leuprolid dan goserelin.

  2. Antiandrogens: Obat ini dapat memblokir aksi hormon laki-laki. Contoh adalah flutamide, bicalutamide, dan nilutamide.

  3. Obat lain: beberapa obat dapat mencegah kelenjar adrenal membuat testosteron. Adalah ketoconazole dan aminoglutethimide.

  Efek samping yang dihasilkan dari obata-obatan tersebut adalah mual dan muntah, impotensi, hot flashes, hilangnya hasrat seksual, dan tulang yang lebih lemah, osteoporosis, gangguan hati, dan ginekomastia (pembesaran payudara).

  Demikian beberapa penjelasan dari sehat prostatku tentang terapi pengobatan hormon testosteron untuk kanker prostat, sehingga akan menjadikan prostat kita menjadi sehat.

  Semoga bermanfaat.