Efektif Hasil Pegobatan Brachytherapy

 Tumor dan Kanker,Pengobatan Tumor,Brachytherapy,Minimal Invasif, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

     Metode Penanaman Biji Partikel Kecil disebut juga sebagai radioterapi internal  metode Brachytherapy . Sumber penempatan radioaktif yang tertutup ditempatkan di dalam atau di sekitar TUMOR

  Keunggulan terbesar dari teknologi ini adalah Radiasi hanya mempengaruhi daerah sekitar dari sumber radiasi dan sekitar lesi kanker

  Dapat mengurangi kerusakan jaringan normal lainnya secara signifikan. Dan kini menjadi bagian dari 18 metode pengobatan utama di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou.Penanaman Partikel dalam dunia medis. Metode Brachytherapy atau Penanaman Biji Partikel adalah teknologi terapi radiasi modern secara internal

  Langkah-langah dalam proses pengobatan : Pertama, menempatkan sumber radioaktif ke dalam area tumor, memastikan letak dan target tepat lesi kanker, di bawah panduan kendali komputer otomatis

  Berdasarkan rencana pengobatan, melindungi sumber radiasi yang baik, penyinaran dilakukan melalui saluran sampai ke organ bagian tumor

 Keunggulan dari metode Brachytherapy atau Penanaman Biji Partikel :

  1. Durasi pengobatan singkat

  2. Minim efek samping : Dosis radiasi yang tinggi pada sekitar sumber radiasi, namun sampai di jarak tertentu, dosisnya menjadi sangat rendah, secara efektif melindungi jaringan normal sekitar dan tidak merusak organ tubuh lainnya.

  3. Letak akurat : Ketika terjadi perubahan pada kegiatan pasien, pernafasan dan imun tubuh, tumor dalam tubuh akan bergeser, sumber radiasi tersebut akan ikut bergerak sesuai letak tumor, serta menjamin efektifitas hasil pengobatan.

  Jangkauan metode Brachytherapy Penanaman Biji Partikel ,cocok mengobati jenis-jenis kanker sebagai berikut:

  Tumor otak, tumor mulut, Kanker paru, kanker esofagus,Kanker prostat, kanker payudara, kanker serviks,Kanker kulit.

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou bekerjasam dengan Singapure St. Stamford International Medical,telah mendapatkan akreditasi dari JCI, merupakan rumah sakit di China yang memiliki Beragam Metode Minimal Invasif terlengkap . St. Stamford International Medical,berkontribusi membangun rumah sakit kanker berkualitas setaraf International ,serta menciptakan pelayanan medis berkualitas tinggi.

  Radiasi eksternal maupun radiasi internal. Selain itu, ada lagi jenis radiasi yang lain yaitu radiasi sistemik ataupun perpaduan antara beberapa jenis radioterapi dan Metode Minimal Invasif yang lainnya yang saling menunjang pengobatan satu dengan yang lainnya saling melengkapi dalam membunuh sel-sel kanker.

  1. Radiasi Eksternal

  Terapi radiasi eksternal merupakan jenis radioterapi yang sering dilakukan pada pasien kanker payudara. Terapi radiasi ini akan menggunakan mesin di luar tubuh yang akan memapar jaringan kanker menggunakan sinar X untuk periode yang cukup lama. Radioterapi eksternal ini biasanya akan dilakukan sebanyak lima kali setiap minggunya, dimulai sekitar satu bulan sejak pasien melakukan operasi pengangkatan tumor payudara. Biasanya pasien akan melakukan radioterapi ini secara rutin selama enam minggu berturut-turut.

  Pasien yang menjalani terapi radiasi eksternal ini hendaknya tidak terlalu khawatir. Hal ini karena terapi radiasi eksternal tidak menimbulkan rasa sakit sedikit pun. Dokter akan menandai terlebih dahulu area dimana radiasi akan dilakukan. Ini dilakukan sebagai panduan agar penyinaran yang dilakukan akan lebih terfokus dan tepat sasaran.

  Ada satu jenis radiasi eksternal yang paling canggih yang bisa dicoba saat ini, yaitu Accelerated Breast Irradiation. Metode radioterapi ini akan membuat terapi radiasi yang diberikan menjadi lebih cepat. Dosis radiasi yang diberikan kepada pasien akan lebih besar dibandingkan radiasi biasa, serta akan diberikan kepada pasien setiap hari. Bahkan, terapi radiasi jenis ini bisa dilakukan dengan memberi satu dosis besar radiasi di ruang operasi, tepat setelah pasien menjalani operasi pengangkatan kanker payudara. Meski demikian, metode radiasi ini masih dalam tahap eksperimen dan memerlukan pertimbangan yang cukup banyak sebelum dilakukan.

Tumor dan Kanker,Pengobatan Tumor,Brachytherapy,Minimal Invasif, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  2. Radiasi Internal

  Jenis radioterapi yang bisa diberikan kepada pasien kanker payudara selanjutnya adalah radiasi internal atau bisa disebut sebagai Brachytherapy. Terapi radiasi internal ini dilakukan dengan cara menanam biji radioaktif ke dalam jaringan payudara yang terletak di samping kanker. Radiasi internal ini sangat mungkin untuk diberikan bersamaan dengan radiasi eksternal sehingga bisa menambah efektivitas terapi radiasi yang diberikan.

  Efek Samping Radioterapi Konventional

  Meski radioterapi dapat menghancurkan sel-sel kanker yang berkembang di tubuh pasien, ternyata sel-sel normal dan sehat di tubuh pasien pun bisa ikut rusak. Dokter akan berusaha untuk menghancurkan sel kanker sebanyak mungkin sambil meminimalisir sel sehat yang ikut rusak. Namun, sebaiknya pasien tidak merasa terlalu khawatir karena sel sehat umumnya akan bisa kembali pulih dari efek radiasi tersebut.

  Tidak semua pasien kanker yang menjalani terapi radiasi akan mengalami efek samping tertentu. Bagi pasien yang mengalami efek samping, biasanya akan merasakan ketidaknyamanan di tubuh selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah terapi. Efek samping ini umumnya akan hilang jika terapi radiasi dihentikan. Meski begitu, ada juga pasien yang akan mengalami efek samping dari terapi radiasi yang dilakukan lama setelah melakukan perawatan. Hal ini akan berlangsung cukup lama ,kompleks dan disebut sebagai efek samping yang kronis.

  Efek samping dari radioterapi sendiri akan bervariasi, tergantung area atau lokasi tubuh tempat dilakukannya terapi radiasi. Namun, ada beberapa efek samping yang umum terjadi, seperti berikut ini:

  1. Tubuh terasa lemah, dimana pasien akan merasa lebih cepat lelah dan biasanya ini dirasakan beberapa minggu setelah memulai radioterapi.

  2. Nafsu makan berkurang, bisa dikarenakan rasa mual dan ingin muntah, hingga bisa saja selanjutnya pasien mengalami anemia dan tubuh pun menjadi lebih kurus.

  3. Kulit payudara menjadi kering dan gatal, hingga bisa saja melepuh akibat sensitive terhadap paparan radiasi yang diberikan.

  4. Perubahan warna kulit, biasanya terjadi pada pasien yang menjalani terapi radiasi eksternal sehingga kulit yang terpapar radiasi akan tampak seperti habis tersengat cahaya matahari. (Baca juga: Gejala Awal Kanker Kulit)

  5. Kerontokan rambut, khususnya rambut di daerah ketiak.

  6. Rentan mengalami batuk berdahak, akibat payudara yang terletak dekat dengan paru-paru dan radioterapi yang dilakukan bisa membuat selaput paru-paru mengering yang menyebabkan batuk berdahak.

  7. Pembengkakan (limfedema) dan sumbatan di payudara, khususnya pada pasien yang menjalani terapi radiasi eksternal. (Baca Juga: Tanda tanda Kanker Paru paru)

  Melihat efek samping radioterapi kanker payudara di atas yang cukup banyak, sebaiknya tidak membuat pasien kanker payudara terlalu khawatir dan ragu untuk memilih perawatan ini. Umumnya, efek samping akan segera hilang beberapa waktu setelah terapi radiasi dihentikan.

  Perawatan Pasca Radioterapi Kanker Payudara

  Dari beberapa efek samping dari radioterapi kanker payudara di atas, alangkah baiknya jika pasien melakukan beberapa perawatan pasca melakkan perawatan radioterapi. Hal ini akan sangat berguna untuk mencegah serta mengatasi efek samping yang mungkin muncul. Tidak hanya itu, dengan melakukan perawatan-perawatan ini, pasien bisa tetap menjaga kesehatannya dan memaksimalkan kualitas hidup yang dimilikinya.

  1. Menjaga kesehatan

  Bagi pasien kanker payudara yang melakukan perawatan radioterapi, sangat penting untuk selalu menjaga kesehatannya. Saat dilakukan prosedur radioterapi, sel-sel kanker akan dihancurkan dengan radiasi. Pada saat ini ada banyak sel-sel sehat yang juga menjadi rusak. Untuk memperbaiki sel-sel sehat yang rusak ini, tubuh akan membutuhkan sangat banyak energi. Oleh karena itu, pasien yang sedang menjalani terapi radiasi wajib untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

  Pastikan pasien mengkonsumsi makanan yang bergizi dan memenuhi kebutuhan tubuhnya, meskipun pasien sedang merasakan efek samping berupa mual atau muntah. Makan makanan cukup vitamin, protein, serat dan gizi lain untuk menjaga gizi tetap seimbang. Selain itu, pasien bisa melakukan olahraga fisik ringan untuk menjaga tubuh tetap fit dan tidak lemas.

  2. Perawatan kulit

  Pasien kanker payudara yang menjalani radioterapi seringkali juga mengalami perubahan warna dan tekstur kulit di area yang dirawat. Biasanya, kulit menjadi kemerahan, gosong, hingga menjadi kering dan gatal. Kulit bisa menjadi lebih sensitif dan mudah iritasi.

  Untuk itu, pasien harus memastikan pakaian yang dikenakan agar tetap nyaman dan minim gesekan pada kulit. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk mencegah lecet dan infeksi di area yang dirawat. Konsultasikan juga jenis sabun, lotion, bedak atau bahan-bahan lain yang boleh dan tidak boleh diberikan di area kulit tersebut. Tidak hanya itu, pasien juga akan perlu untuk mengetahui cara merawat kulit area radiasi, misalnya jika harus memasang perban, bagaimana untuk mencuci atau membasuh kulit serta perawatan-perawatan lainnya.

  Usahakan untuk mencegah kulit dari paparan cahaya matahari. Pasien mungkin perlu untuk selalu menggunakan payung atau pakaian yang tertutup untuk menjaga diri dari cahaya matahari. Hindari juga membasuh area yang terkena radiasi dengan air hangat maupun dingin. Sebaiknya pasien berbasuh menggunakan air suam kuku agar lebih aman.

  3. Perawatan payudara

  Setelah melakukan prosedur radioterapi, pasien biasanya akan mengalami ketidaknyamanan di area bahu dan dada. Apalagi, jika pasien juga telah menjalani operasi pembedahan, pasti area payudara dan sekitarnya pun terasa sakit dan membutuhkan waktu untuk pulih. Oleh karena itu, ada baiknya jika untuk sementara pasien berhenti mengenakan BH. Hal ini akan meminimalisir terjadinya gesekan dan tekanan yang bisa berdampak buruk pada kulit payudara yang terkena radioterapi dan payudara itu sendiri yang dalam masa pemulihan. Jika memang terasa tidak nyaman, usahakan untuk mengenakan BH berbahan katun yang ringan tanpa kawat penyangga.

  Pengobatan yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker jenis apa saja adalah faktor yang paling penting dan sangat efektif. Dan untuk pasien kanker ,perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi genetik bertarget adalah pengobatan yang dilakukan setelah menentukan tempat yang menjadi penyebab kanker secara tepat ( tempat ini dapat berupa molekul protein dalam sel tumor, dan juga dapat berupa bagian dari gen ), lalu dirancang obat yang efektif untuk pengobatan jenis tumor tersebut, setelah obat masuk ke dalam tubuh akan secara otomatis memilih tempat yang menjadi penyebab kanker dan membunuh sel tumor, tanpa merusak atau mempengaruhi jaringan normal sekitar tumor.

  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  3. Terapi Natural ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat

  5. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup lebih lama