Intervensi Mengobati Kanker Kandung Kemih

 Intervensi, kanker kandung kemih


  Selama beberapa tahun terakhir, risiko kanker kandung kemih terus meningkat, selain metode pengobatan seperti kemoterapi, Intervensi juga telah menjadi salah satu opsi pengobatan untuk kanker kandung kemih. Para Ahli menuturkan, Intervensi menjadi terapi minimal invasif terbaru, yang memiliki peran khusus dalam pengobatan kanker. Pasien kanker kandung kemih yang terlambat terdeteksi, dengan ukuran tumor yang besar, tidak dapat segera menjalani operasi, atau bagi pasien yang tidak mau menjalani operasi, mereka dapat memilih Intervensi sebagai salah satu opsi pengobatan.

  Intervensi dalam pengobatan kanker kandung kemih adalah metode yang dilakukan melalui arteri epigastrika inferior, disebut juga sebagai Intervensi Perkutan Selektif Arteri, dengan meningkatkan obat pada daerah lokal tumor, untuk membunuh sel-sel kanker secara maksimal. Dikarenakan yang ditingkatkan adalah konsentrasi obat pada daerah lokal tumor, sehingga tidak hanya dapat meningkatkan keefektifan pengobatan, tetapi juga dapat mengurangi efek samping dari obat tersebut.

  1. Indikasi pengobatan kanker kandung kemih dengan Intervensi

  1) Untuk pasien yang akan menjalani operasi, rata-rata bisa menjalankan Intervensi terlebih dahulu

  2) Kanker kandung kemih yang tidak bisa dioperasi

  3) Kanker kandung kemih yang mengalami kekambuhan pasca pengobatan

  4) Kanker kandung kemih yang mengalami pendarahan abnormal

  2. Kontraindikasi pengobatan kanker kandung kemih dengan Intervensi

  Biasanya tidak ada kontraindikasi yang terlalu spesifik. Bagi pasien dengan gangguan fungsi organ hati, ginjal, jantung yang serius, serta alergi terhadap yodium, sebaiknya tidak melakukan metode ini.

  3. Langkah pengobatan kanker kandung kemih dengan Intervensi

  1) Anestesi lokal kateterisasi arteri femoralis, ujung kateter dipasang di lumbar ke-4 untuk mendiagnosis aorta abdominal ujung bawah;

  2) Berdasarkan radiografi, kateter akan secara selektif dimasukkan ke dalam arteri iliaka atau dengan ekstra selektif dimasukkan ke dalam arteri tumor kandung kemih;

  3) Dikarenakan kandung kemih juga menerima suplai darah cabang arteri bilateral, setelah selesai melakukan kemoterapi dan terapi embolisasi, pasien masih harus melakukan 1 kali pengobatan lagi, namun fokus harus tetap diberikan kepada bagian yang terkena;

  4) Kemoterapi pada umumnya menggunakan cisplatin (30mg), 5-fluorouracil (1g), mitomycin (10mg), agen embolan memiliki kemampuan menggumpalkan darah, gelatin sponge dan spiral.

  4. Pengobatan kanker kandung kemih komplikasi dengan Intervensi

  1) Pada kasus komplikasi yang tidak terlalu parah, tampilannya akan sama dengan angiografi pada umumnya.

  2) Embolisasi arteri iliak, bisa muncul ekspansi internal pada bagian pinggul, dan umumnya akan menghilang dalam 5-6 hari.