Ada Tumor Langka di Dadanya, Bocah Ini Harus Jalani Mastektomi

kanker

Sejak tiga tahun lalu, ada tumor tumbuh di dada Lewis Deakin. Namun tak ada yang tahu apa penyebabnya hingga Lewis dipertemukan dengan seorang konsultan bernama Hiroshi Nishikawa dari Birmingham Children's Hospital.

Sang dokter spesialis kemudian mendiagnosis remaja berumur 11 tahun itu dengan 'arteriovenus malformation' atau AVM. Apa itu?

Sederhananya, AVM merupakan kondisi di mana pembuluh darah di tubuh pasien terlilit satu sama lain sehingga terjadi koneksi yang abnormal antara pembuluh arteri dan venanya lalu memicu tumor. Namun AVM sebenarnya tergolong kondisi langka.

Sejak saat itu, orang tua Lewis, Victoria dan Wayne Deakin harus bolak-balik dari rumah mereka di Benchill, Manchester ke Birmingham yang berjarak sekitar 257 km untuk mengantarkan putra mereka berobat. Dalam kurun dua tahun terakhir, Lewis juga telah menjalani 15 kali operasi.

Hingga kemudian April 2014 lalu, tim dokter dari Birmingham Children's Hospital menyarankan agar Lewis menjalani mastektomi demi mengangkat tumor di dadanya. Namun karena ia melakukan mastektomi, otot- otot di dada kanannya juga otomatis harus diangkat.

Bisa dikatakan, Lewis adalah pasien anak pertama yang menjalani mastektomi di Inggris. "Benjolan di dadanya memang begitu besar, bahkan pakaiannya ikut melar," kata sang ibu, Victoria.

Untungnya operasi itu pun berhasil dan Lewis pulih dengan cepat. Hanya dalam kurun sebulan, Lewis bahkan sudah bisa menggerakkan lengannya kembali. Rencananya, bila umur Lewis sudah lebih dewasa, tim dokter akan melakukan rekonstruksi pada dada bocah ini.

Victoria sendiri mengaku bangga pada putranya. Di sekolah, Lewis bahkan memamerkan bekas luka mastektomi di dadanya. Menariknya, di depan teman-temannya, ia malah membuat bekas luka itu sebagai bahan guyonan dengan mengatakan itu adalah bekas gigitan ikan hiu.

"Mungkin kalau saya yang mengalaminya, saya tidak akan bisa setegar Lewis," tuturnya seperti dikutip dariTelegraph, Sabtu (16/1/2016).

Kini Lewis dan kedua orang tuanya aktif meningkatkan kesadaran akan adanya kondisi seperti AVM. Menurut Victoria, baru ada satu yayasan amal yang peduli pada penderita kondisi ini.

"Saya tak pernah mendengar ada orang yang berbagi kisah atau tips untuk hidup dengan orang yang mengidap AVM," kata Victoria.