Metode Pengobatan Kanker Ovarium

  Kanker ovarium adalah jenis kanker dalam ginekologi yang kasus kematiannya paling tinggi, merupakan penyakit yang sering ditemukan pada bagian genital. Apa saja metode pengobatan kanker ovarium? Metode apa saja yang lebih efektif? Semoga artikel ini dapat membantu memberikan solusi kepada anda semua.

  Dalam pengobatan kanker saat ini, terdapat 2 jenis metode pengobatan kanker ovarium, yaitu metode pengobatan Barat dan metode pengobatan Timur. Metode pengobatan Barat antara lain adalah operasi, radioterapi, kemoterapi, Imunisasi Biologi, Imunoterapi dan sebagainya; sedangkan metode pengobatan Timur antara lain obat oral (resep, obat herbal, modernisasi ekstrak obat tradisional China), pengobatan lokal (salep, bubuk, moksibusi), pola makan dan sebagainya.

Menurut data klinis selama bertahun-tahun, ginsenosides Rh2 memiliki efektifitas yang nyata, terlebih pada jenis kanker yang kurang sensitif terhadap pengobatan barat, kasus pengobatan yang kurang efektif dan jenis kanker yang sulit disembuhkan seperti kanker pankreas, tumor glioma, kanker paru, kanker payudara, kanker ovarium dan sebagainya.

  Menurut pengamatan, setiap metode pengobatan memiliki kelebihan masing-masing. Karena bergantung pada modernisasi, perkembangannya jauh lebih cepat dan menjadi pengobatan kanker yang lebih tendensi, metode utamanya adalah operasi. Ini merupakan metode utama pengobatan kanker ovarium, setelah itu berdasarkan stadium dan jenis jaringannya ditentukan apakah pasien memerlukan radioterapi, kemoterapi atau pengobatan lainnya untuk mencegah kekambuhan dan metastasis. Kekurangan dari metode pengobatan barat adalah tidak bisa diterapkan pada jenis kanker yang telah berinfiltrasi, tidak dapat menjaga keutuhan ovarium; proses radioterapi dan kemoterapi juga dapat melukai sel-sel normal tubuh, kemudian mengakibatkan kerusakan yang lebih besar lagi pada tubuh pasien. Saat ini, banyak tenaga medis asal Eropa dan Amerika yang membatasi penerapan kemoterapi dalam pengobatan kanker.

  Dalam beberapa tahun ini, Metode Pengobatan China telah menjadi terobosan pengobatan kanker yang baru, banyak diterapkan sebagai metode pengobatan adjuvant pada kanker stadium awal dan pengobatan stadium lanjut. Ketua Chinese Academy of Engineering dan Chinese Medical Association – Zhong Nanshan mengungkapkan pendapatnya mengenai Metode Pengobatan China dalam pengobatan kanker : “Metode Pengobatan Barat dapat membunuh sel kanker dengan mudah, tetapi setelah sel kanker bersih, nyawa pasien pun terancam; Metode Pengobatan Timur tidak dapat membunuh seluruh sel kanker secara langsung, namun menggunakan konsep “positif menyerang sel jahat” dan “koeksistensi pasien kanker” untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang kelangsungan hidup pasien. Saat ini seluruh dunia sudah mulai merubah sudut pandang terhadap konsep pengobatan kanker tersebut. ”Ketua Zhong beranggapan bahwa perubahan tersebut berkaitan dengan ilmu kedokteran. Pengobatan kanker yang ditekankan pada Metode Pengobatan Timur menempatkan kanker sebagai penyakit kronis, hal ini pun semakin diakui oleh banyak orang. Pengobatan berdasarkan ekstraksi teknologi ginsenosides Rh2 yang diperkaya dengan ekstrak ginseng efektif mengobati kanker, baik dalam proses operasi ataupun kemoterapi. Dan karena tidak ada efek samping yang serius, semua orang dapat mengkonsumsinya sebagai perawatan kesehatan sehari-hari jangka panjang, sehingga dapat mengembalikan keseimbangan dan kesehatan tubuh.

  Menurut data klinis selama bertahun-tahun, ginsenosides Rh2 memiliki efektifitas yang nyata, terlebih pada jenis kanker yang kurang sensitif terhadap pengobatan barat, kasus pengobatan yang kurang efektif dan jenis kanker yang sulit disembuhkan seperti kanker pankreas, tumor glioma, kanker paru, kanker payudara, kanker ovarium dan sebagainya. Ginsenosides Rh2 sering menghasilkan efektifitas yang luar biasa, dapat meningkatkan efektivitas terapi dan mengurangi efek samping.

  Oleh karena itu, perawatan komprehensif harus diutamakan dalam pengobatan kanker ovarium. Penerapan metode ginsenosides Rh2 atau kemoterapi pasca operasidapat mencegah terjadinya kekambuhan dan metastasis, mengurangi efek toksisitas kemoterapi dan mempercepat pemulihan.