5 Kesalahan Pada Pemeriksaan Kanker Lambung

  Seiring dengan meningkatnya jumlah kasus kanker lambung setiap tahun, semakin banyak kaum muda yang berusia di bawah 40 tahun terdiagnosa kanker lambung, oleh karena itu diagnosis dini kanker lambung sangatlah penting. Namun survei menunjukkan bahwa diagnosis kanker lambung masih sering menunjukkan kesalahan, yang menyebabkan banyak pasien menunda waktu pengobatan terbaik. Lalu, kesalahan apa saja yang sering terjadi dalam proses diagnosis? Para Ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou akan menjelaskan lebih lanjut.

Kanker lambung, diagnosis kanker lambung, Modern Cancer Hospital Guangzhou, gastroskopi

  1. Kaum Muda Tidak Perlu Melakukan Pemeriksaan Gastroskopi

  Perlu atau tidaknya para kaum muda menjalani pemeriksaan gastroskopi, semua tergantung dari gejala yang dialami, tingkat kejadian dan efektifitas pengobatan. Ketika pasien mengalami gejala seperti pendarahan pada sistem pencernaan, muntah, disfagia, penurunan berat badan dan lain-lain, disarankan untuk menjalani pemeriksaan gastroskopi. Apakah pasien dengan keluhan dispepsia memerlukan pemeriksaan gastroskopi, pertama-tama perlu dilihat dari tingkat kejadian kanker lambung tersebut. Negara atau wilayah dengan tingkat prevalensi kanker lambung yang rendah seperti Amerika, mewajibkan warganya yang berusia 55 tahun untuk menjalani pemeriksaan gastroskopi, sedangkan negara lainnya mewajibkan warga yang berusia 45 tahun untuk menjalani gastroskopi.

  2. Gastroskopi Menimbulkan Rasa Sakit

  Bagi pasien yang mengalami keluhan dispepsia disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan gastroskopi. Banyak pasien yang khawatir kalau jenis pemeriksaan tersebut akan menimbulkan rasa sakit, sehingga ragu untuk menjalaninya. Sesungguhnya, kualitas gastroskopi saat ini semakin baik (lebih halus, lebih lembut, penanganan lebih stabil) dan keterampilan dokter pun semakin terasah, sebagian pasien yang menjalani gastroskopi umumnya hanya akan mengalami sedikit ketidaknyamanan saja.

  Pada umumnya para dokter dapat menyelesaikan pemeriksaan gastroskopi dalam waktu 3-5 menit (termasuk foto, biopsi dsb), dan untuk pasien dengan kondisi lebih kompleks, biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Sehingga banyak pasien yang bisa menerima situasi ini. Biasanya gastroskopi tidak menimbulkan rasa sakit, rasa ketidaknyamanan yang muncul hanya sebatas rasa mual dan sesak saja. Dikarenakan para pasien takut saat endoskop dimasukkan melalui tenggorokan, menyebabkan banyak pasien yang mengalami sesak napas, ibarat seseorang yang tidak bisa berenang lalu kesusahan untuk keluar dari air dan mengalami sesak napas. Setelah itu, pasien akan mengalami keluhan mual. Jadi, kunci utama dari pemeriksaan gastroskopi adalah pasien jangan menahan napas dan sebaiknya mengatur napas dengan baik.

  Dengan keterampilan para dokter dalam menjalankan gastroskopi, rasa tidak nyaman saat pemeriksaan ditentukan dari faktor pasien sendiri, biasanya pasien dengan tingkat ketakutan yang tinggi, usia setengah baya, kaum lelaki, fisik gemuk, perokok dan yang sering mual saat sikat gigi akan mengalami reaksi yang lebih besar saat proses pemeriksaan, dan rasa tidak nyaman yang mereka alami juga cenderung lebih besar. Para pasien tersebut dapat menggunakan obat penenang untuk mendapatkan rasa tenang dan menghilangkan rasa tidak nyaman saat pemeriksaan, atau juga bisa menggunakan anestesi saat menjalani pemeriksaan.

  3. Gastroskopi Memperparah Pendarahan

  Pendarahan pada sistem pencernaan menjadi salah satu alasan mengapa pasien perlu menjalani pemeriksaan. Saat dokter merujuk pasien untuk menjalani gastroskopi, kebanyakan pasien dan keluarga sangat khawatir kalau gastroskopi dapat memperparah pendarahan. Sesungguhnya, anda tidak perlu khawatir. Gastroskopi dilakukan di bawah penglihatan langsung, bisa dikatakan, melalui pemeriksaan tersebut kita dapat melihat kondisi bagian esofagus, lambung, dan usus 12 jari secara langsung, sehingga tidak akan meningkatkan kerusakan, kecuali jika pendarahan terjadi pada varises esofagus, kurangnya kerja sama pasien dan rasa mual secara tidak langsung dapat menyebabkan pendarahan pada bagian tersebut.

  4. Tes Pernapasan (Urea Breath Test) Dapat Menggantikan Gastroskopi

  Bersamaan dengan munculnya infeksi helicobacter pylori pada lambung dan usus 12 jari, banyak dokter yang menyarankan pasien menjalani tes pernapasan (urea breath test). Namun ada beberapa propaganda yang membuat para pasien kebingungan, seperti “dengan menghembuskan napas secara perlahan, kita dapat memeriksa bagian lambung”.

  Tes pernapasan hanya untuk mendeteksi infeksi helicobacter pylori. Tes pernapasan mempengaruhi organ lambung sama sekali, sesungguhnya bagian dari maag kronis dangkal, maag atrofi, ulkus lambung ulkus duodenum atau kanker lambung tidak berkaitan dengan infeksi helicobacter plyori, atau karena mengkonsumsi obat tertentu dapat menyebabkan infeksi helicobacter pylori, persepsi ini sama sekali tidak benar. Tes pernapasan sama sekali tidak dapat mendeteksi masalah pada organ lambung atau perut, sehingga tes pernapasan tidak dapat menggantikan gastroskopi.

  5. Pemeriksaan Barium Enema (X-Ray Pada Usus) Dapat Menggantikan Gastroskopi

  Banyak pasien yang takut menjalani gastroskopi menggantikannya dengan pemeriksaan barium enema. Sebenarnya gastroskopi memiliki kelebihan yang lebih banyak dibandingkan barium enema. Pertama, gastroskopi dilakukan di bawah penglihatan langsung, dapat melihat mukosa bagian esofagus, lambung, usus 12 jari, dapat mengamati sel superfisial seperti maag kronis dangkal, maag atrofi, penyakit pembuluh darah, erosi, refluks empedu dan sebagainya.

  Selain itu, gastroskopi dapat melakukan biopsi pada mukosa lambung, hal ini diwajibkan bagi penderita maag atrofi, metaplasia intestinal, displasia dan kanker lambung, sekaligus dapat melakukan pemeriksaan infeksi helicobacter plylori. Gastroskopi berperan besar dalam pengobatan penyakit lambung, oleh karena itu pemeriksaan barium enema tidak dapat menggantikan gastroskopi.

  Lima poin diatas adalah persepsi salah tentang pemeriksaan gastroskopi. Para Ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan, dalam proses diagnosis pasien harus mengikuti saran dokter, supaya didapat hasil pemeriksaan yang lebih akurat dan komprehensif.