Selama Wabah Covid-19, Bagaimana Pasien Kanker Berobat dengan Aman?

Sejak Februari 2020, berbagai negara mengalami wabah Covid-19, sampai pada tanggal 15 April, lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia didiagnosa positif terinfeksi Covid-19. Wabah adalah hal yang membahayakan, namun kanker adalah penyakit serius yang tidak dapat ditunda, penundaan waktu akan mempengaruhi hasil pengobatan, bahkan membahayakan nyawa. Dalam menghadapi wabah ini, bagaimana pasien kanker menjalani pengobatan dengan aman?

Bagi pasien kanker yang kondisi penyakitnya tidak terlalu parah atau perkembangan penyakitnya cenderung agak lambat, disarankan untuk menunda pengobatan ke rumah sakit. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter via internet atau telepon, menjalani pengobatan konservatif sesuai saran dari dokter. Pasien kanker memiliki kondisi fisik yang lemah, terutama pasien kanker sebagian besar membutuhkan pengobatan dengan operasi dan kemoradioterapi, sedangkan metode tersebut dapat memperburuk imunitas tubuh pasien, dengan demikian, pasien kanker mudah terinfeksi Covid-19. Selama wabah Covid-19, rumah sakit merupakan area yang berisiko tinggi terpapar virus, pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan lebih mudah terinfeksi, sangat berbahaya jika sudah terinfeksi Covid-19. Oleh karena itu, pasien kanker harus berhati-hati ketika pergi ke rumah sakit untuk pengobatan selama wabah. Pasien kanker yang kondisinya tidak terlalu parah menghindari puncak wabah dan menunggu sampai wabah terkendali baru pergi ke rumah sakit, ini merupakan pilihan yang lebih baik.

Bagi pasien kanker yang telah menjalani kemoradioterapi standar, terapi bertarget dan pengobatan lainnya sesuai periode pengobatan, tetap perlu dengan tepat waktu kembali ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan atau mengikuti saran dokter, saat ini sangat perlu melakukan perlindungan dan pencegahan. Sebelum pergi ke rumah sakit untuk berobat, sebaiknya reservasi terlebih dahulu, disarankan untuk pergi berobat di luar jam sibuk, sebisa mungkin meminimalisir kemungkinan terinfeksi. Untuk pengobatan dengan obat bertarget oral atau obat kemoterapi oral, dapat mengikuti instruksi dokter untuk melakukannya di rumah.  

Bagi pasien dengan kondisi darurat, harus ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Pasien dengan kondisi seperti ini mungkin nyawanya terancam, tidak boleh menunda pengobatan karena takut terinfeksi virus Covid-19.

Pasien kanker tidak hanya harus melakukan perlindungan dan pencegahan terhadap wabah, juga harus memastikan pengobatan tepat waktu. Selama wabah Covid-19, perlu melakukan perlindungan dan pencegahan sesuai aturan pemerintah setempat, saat pergi berobat tidak disarankan menggunakan kendaraan umum, layanan transportasi online atau taksi, jika memungkinkan usahakan menggunakan kendaraan pribadi, atau jika benar-benar tidak memungkinkan sebaiknya sewa mobil tetap, jangan ditemani oleh terlalu banyak orang, untuk menghindari saling menularkan.