Gejala Penyebaran Kanker Payudara

Bagaimana tanda-tanda penyebaran kanker payudara? Apa saja gejalanya? Berikut tanda-tanda penyebaran kanker payudara :



1. Metastasis ke kelenjar getah bening : Fenomena ini sering ditemukan, berikut proses perkembangannya :

①Risiko penyebaran kanker payudara ke kelenjar getah bening cenderung tinggi dan memang faktanya paling banyak ditemukan, ini juga merupakan penyebaran yang paling awal ditemui. Sekitar 60% penderita kanker payudara mengalami hal ini, sel kanker berinfiltrasi ke kelenjar getah bening aksila di sepanjang pembuluh limfatik tepi lateral pectoralis mayor. Penyebaran ke kelenjar getah bening ketiak berhubungan dengan ukuran tumor primer, semakin besar ukuran tumor dan tingginya stadium kanker, semakin banyak dan tinggi pula peluang penyebarannya. Secara klinis, metastasis kelenjar getah bening ketiak sering ditemukan setelah operasi, bahkan jika kelenjar getah bening tidak menunjukkan pembengkakan.

②Metastasis kelenjar getah bening parasternal menempati angka 30-50%. Sel kanker masuk menginvasi kelenjar getah bening parasternal ke sisi media, kemudian kelenjar getah bening supraklavikula, aliran pada pembuluh darah tumor bisa sewaktu-waktu berbalik arah dan menyebabkan munculnya penyebaran pada pleura atau tulang belakang.

2. Metastasis ke aliran darah : Sel kanker dapat secara langsung masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan metastasis jauh. Pembuluh vena pada payudara, otot dan dinding dada mengalir ke vena iliaka, masuk ke vena subclavia dan vena innominate, ini adalah proses penyebaran sel kanker ke paru-paru. Terjadinya metastasis jauh berhubungan dengan ukuran tumor primer, jumlah metastasis kelenjar getah bening, dan tingkat patologis. Metastasis jauh yang umum terjadi pada kasus kanker payudara adalah paru-paru, tulang, hati, jaringan lunak, otak, kelenjar adrenal dan sebagainya.

①Sebagian besar metastasis paru adalah nodul dengan ukuran yang bervariasi, terkadang berupa nodul tunggal. Sejumlah kecil kasus menunjukkan adanya limfangitis kanker, batuk, dan napas pendek.

②Metastasis tulang paling umum terjadi pada tulang toraks, lumbar dan panggul, diikuti oleh tulang rusuk dan femur. Sebagian besar bersifat perubahan osteolitik, dan sebagian kecilnya bersifat osteogenik. Saat terjadi metastasis yulang panjang, bisa juga disertai dengan fraktur patologis, sedangkan saat terjadi metastasis tulang belakang, bisa timbul paraplegia akibat kompresi pada tulang belakang, dan secara klinis juga bisa menyebabkan nyeri progresif.

③Gejala yang tidak jelas dari metastasis hati. Pemeriksaan USG dan CT bisa membantu mendeteksi sejak dini.

④Metastasis pleura sering merupakan metastasis sekunder dari metastasis paru-paru. Pada kasus metastasis pleura sederhana, gejala yang timbul antara lain efusi pleura, bisa mengandung darah, bisa juga ditemukan sel kanker pada carian parunya.

⑤Pada wanita, metastasis otak sering terjadi pada kasus kanker primer payudara. Pada kasus ini bisa menggunakan alat CT untuk membantu pendiagnosaan.