Hindari Faktor Risiko dari Kanker Kerongkonan

Kanker kerongkongan atau bisa disebut kanker esofagus adalah penyakit dimana sel-sel yang melapisi kerongkongan berubah atau bermutasi dan menjadi ganas. Sel-sel ini tumbuh diluar kendali dan membentuk massa atau tumor.

Kerongkongan berfungsi sebagai struktur saluran seperti tabung yang menghubungkan mulut ke perut, memunkinkan makanan dan cairan untuk ditelan dan melewati saluran sampai ke perut. Ada otot yang mengelilingi esofagus yang memungkinkannya berkontraksi dan mendorong makanan dan cairan ke perut. Sel-sel kanker berkembang di jaringan otot tersebut, ini disebut dengan kanker kerongkongan.

Apa Itu Kanker Kerongkongan?

Seperti yang di jelaskan sebelumnya, kanker kerongkongan disebabkan oleh berubahnya sel-sel yang melapisi kerongkongan dan menjadi ganas. Ada beberapa jenis kanker kerongkongan, diantaranya:

- Esofagus Sel Skuamosa Karsinoma, mempengaruhi sel-sel skuamosa dan biasanya berkembang dalam segitiga tegah esofagus. Jenis sel kanker ini dapat terjadi dimana saja di kerongkongan, sebagian besar terjadi di bagian atas.

- Adenokarsinoma dari persimpangan gastroesfageal, bagian spesifik dari kanker kerongkongan (tempat esofagus dan lambung bertemu).

- Adenokarsinoma esofagus mempengaruhi sepertiga bagian bawah esofagus. Jenis kanker ini muncul dari sel-sel kelenjar yang ditemukan di daerah kerongkongan itu.

Ada beberapa bentuk kanker yang jarang mempengaruhi kerongkongan, termasuk limfoma, kanker sel kecil, dan koriokarsinoma.

Faktor Risiko Penyebab Kanker Kerongkongan

Kanker kerongkongan terjadi karena perubahan dalam DNA sel yang melapisi kerongkongan. Alasan pasti untuk perubahan atau mutasi ini tidak pasti, tetapi ada faktor risiko yang diketahui untuk mengembangkan kanker ini.

- Kanker sel skuamosa kerongkongan terkait dengan penggunaan alkohol dan produk tembakau, baik asap maupun tanpa asap. Ketika keduanya digunakan bersama, risiko kanker jenis ini meningkat.

- Ketika asam mengalir balik dari lambung ke esofagus bagian bawah, peradangan dan kerusakan sel dapat terjadi.

- Minum cairan panas yang pedas dan diet rendah buah-buahan dan sayuran dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

- Usia lanjut diatas 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

Gejala dan Tanda Kanker Kerongkongan

Kanker kerongkongan pada tahap awal jarang menunjukkan gejala. Apabila menimbulkan gejala, segerakan periksa kedokter, jangan sepelekan gejala yang timbul, karena gejala yang di timbulkan mirip dengan penyakit sakit kerongkongan biasa. Berikut ini gejala yang diakibatkan kanker kerongkongan:

- Mengalami kesulitan menelan makanan padat, bahkan makanan lembut sekalipun.

- Nyeri di dada kemungkinan terjadi dan biasanya menjalar ke punggung.

- Penurunan berat badan, bahkan ketika sudah berusaha mempertahankan berat badan.

- Kelumpuhan pita suara membuat suara menjadi serak.

- Nyeri tulang belakang, cegukan, batuk dan nyeri saat menelan makanan.

Sel kanker bisa bermetastasis atau menyebar ke bagian tubuh lain ke paru-paru dan hati. Bisa juga ke bagian tubuh yang jauh, misal, tulang, jantung, otak, kelenjar, dan ginjal.

Pengobatan Kanker Kerongkongan

Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan teknologi endoskopi semakin meningkat dan membuat terapi Photodynamic fotosensitizer banyak digunakan dalam pengobatan Kanker Esofagus. Metode Photodynamic akan membuat jaringan kanker menyerap sebagian besar cairan fotosensitizer yang dimasukkan melalui intravena. Kemudian, akan diradiasi dengan laser kanker khusus, membuat sel kanker mengalami nekrosis dan sel kanker akan hilang secara bertahap.

Metode pengobatan ini di terapkan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Di bawah pengatuh energi cahaya, fotosensitizer berpengaruh pada munculnya sel-sel kanker, sel-sel kanker akan mati keracunan dan tumor pun menghilang. Jika dibandingkan dengan metode pengobatan tradisional, dalam pengobatan kanker esofagus, terapi Photodynamic memiliki kelebihan antara lain tanpa pembedahan, tidak ada luka dan minim rasa sakit. Karena tingkat toksisitasnya yang lebih rendah, sehingga komplikasi yang diakibatkan pun lebih sedikit. Sangat cocok diterapkan pada pasien kanker stadium lanjut atau pasien dengan usia lanjut.

Ahli onkologi dari rumah sakit kanker di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menghimbau, dalam menghadapi kanker esofagus, operasi dan kemoterapi bukanlah satu-satunya pilihan. Terlebih bagi pasien kanker esofagus stadium lanjut, operasi dan kemoterapi dapat menimbulkan berbagai efek samping yang dapat memperburuk kondisi pasien. Jadi, ketika anda terdiagnosa kanker esofagus, selain aktif menjalani pengobatan, memilih pengobatan yang tepat juga merupakan kunci utamanya.

Konsultasikan dengan tim medis kami yang berpengalaman dalam mengatasi berbagai jenis kanker. Untuk informasi pengobatan dan konsultasi gratis bisa menghubungi 081297897859 (telp/wa). Atau Anda bisa menggunakan layanan chat online dengan klik gambar dibawah ini.

Ditinjau oleh: Dr. Peng Xiaochi