Cara Membedakan Mastitis Akut dan Inflamasi Kanker Payudara

Kanker payudara yang terinflamasi dan mastitis akut cenderung sulit dibedakan pada stadium awal, namun perbedaannya menjadi semakin jelas seiring berkembangnya penyakit. Oleh karena itu, pasien yang mengalami gejala pembengkakan, kemerahan dan sensasi panas pada stadium dini, disarankan untuk melakukan pengobatan.



Insiden mastitis sel plasma lebih sering terjadi pada masa menyusui daripada tidak menyusui, prognosisnya baik, dan gejala lokal yang membandel mudah terjadi di kuadran bawah payudara, atau di bagian dalam, ada kemerahan, sensasi panas atau nanah.

Mudah terjadi di bagian areola, sebagian besar memiliki riwayat puting masuk ke dalam bawaan lahir, nanah berbentuk seperti ampas tahu, serta sekresi yang sangat bau. Sebagian dapat membentuk fistula, luka berulang, gejala sistemik seperti menggigil, demam tinggi, kelelahan, dan konstipasi. Pada fase akut mungkin akan muncul gejala demam, tetapi tidak setinggi mastitis akut. Dalam fase kronis, umumnya tidak ada gejala sistemik, pemeriksaan laboratorium jumlah leukosit darah perifer meningkat secara signifikan, terutama jumlah neutrofil. Pemeriksaan cairan berlebih atau sitologi aspirasi massa dapat terlihat sel plasma dan neutrofil, limfosit dan makrofag dalam jumlah besar. Kanker payudara terinflamasi juga disebut kanker payudara difus, adalah jenis kanker payudara yang relatif jarang.

Ciri klinis utama adalah kemerahan dan nyeri di payudara yang sangat jelas, tapi umumnya tidak teraba massa lokal. Tumor berkembang dengan cepat dan sering mempengaruhi seluruh payudara. Karena tingkat keganasannya yang tinggi, hasil patologi menunjukkan sel kanker yang menyebar, dan pembuluh limfatik payudara dan payudara dipenuhi dengan sel kanker.

Poin utama yang membedakan antara keduanya adalah :

1.Pada keduanya dapat terlihat kemerahan dan rasa sakit serta gejala peradangan di payudara, tetapi kulit kemerahan dan pembengkakan pada mastitis akut cenderung lebih terbatas, tetapi juga bisa lebih luas, dan berwarna merah cerah. Sementara pada kanker payudara terinflamasi, kulit berubah secara luas, sering mempengarui keseluruhan payudara, warnanya merah tua atau merah keunguan. Pada mastitis akut, kulit muncul edema yang cekung ke dalam, sedangkan edema kulit pada kanker payudara terinflamasi berbentuk seperti "kulit jeruk".

2.Pada keduanya dapat terlihat pembengkakan kelenjar getah bening aksila, tetapi kelenjar getah bening aksila pada mastitis akut relatif lunak, tidak menempel ke jaringan sekitarnya dan dapat bergerak jika didorong, sedangkan kelenjar getah bening aksila pada kanker payudara terinflamasi akan membengkak dan keras, menempel dengan kulit dan jaringan sekitarnya, dan tidak dapat bergerak jika didorong dengan tangan.

3.Dilihat dari gejala sistemik, pada mastitis akut sering timbul reaksi inflamasi sistemik yang jelas seperti menggigil dan demam tinggi, sementara kanker payudara terinflamasi biasanya tidak ada reaksi inflamasi sistemik yang jelas, seperti demam rendah atau demam sedang.

4.Dilihat dari durasi penyakit, mastitis akut memiliki durasi yang singkat, dapat bernanah dalam waktu singkat, pengobatan anti-inflamasi memiliki hasil yang efektif dan prognosis baik, sedangkan kanker payudara terinflamasi berbahaya, umumnya tidak bernanah, tidak ada ulserasi kulit tetapi dapat meluas ke leher dan lengan di luar payudara sisi yang sama, bahkan menyerang payudara sebelahnya, pengobatan anti-inflamasi tidak efektif, serta memiliki prognosis yang buruk.