Pemeriksaan apa yang harus dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara?

Pemeriksaan apa yang harus dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara?


Kanker payudara adalah jenis kanker wanita dengan tingkat insiden tertinggi saat ini, terlebih jika seseorang telah memasuki tahap usia tertentu, risiko terkena kanker payudara akan meningkat. Sebagian orang, ketika melakukan pemeriksaan dan menemukan beberapa gejalanya, mereka tidak tahu bagaimana mendeteksi kanker payudara tersebut. Lalu, apa saja cara mendeteksi kanker payudara?

1. Pemeriksaan sinar X

(1) Mammografi. Jenis pemeriksaan ini memiliki tingkat keakuratan mencapai 80-90%. Sampai saat ini, belum ada pemeriksaan lain yang dapat menandinginya dalam hal membedakan tumor jinak dan ganas payudara, serta mendiagnosa kanker payudara stadium awal. Cara yang sering digunakan saat ini, yaitu dengan molibdenum dan dry plate.

(2) Duktulografi mammae. Fitur gambar bisa terdistorsi secara tidak normal karena infiltrasi, obstruksi dan rusaknya sel kanker, sehingga menyebabkan kekakuan, penyempitan lokal serta kerusakan tidak teratur atau tiba-tiba pada dinding saluran payudara.

(3) Limfografi mammae.

(4) CT atau MRI. Pemeriksaan CT dapat membantu dalam mendeteksi tumor payudara yang berukuran kecil atau padat sedangkan MRI berguna untuk mendeteksi kanker payudara dengan ukuran kecil. Keduanya lebih baik jika dibandingkan dengan pemeriksaan X-ray biasa.

2. USG

USG adalah jenis pemeriksaan non-invasif, dapat diterapkan berulang kali. Pemeriksaan ini akan lebih berguna jika diterapkan pada pasien dengan jaringan payudara yang lebih padat, namun tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi apakah massa tersebut kistik atau padat. Tingkat diagnosis USG pada kanker payudara adalah 80-85%. Kanker yang sudah menginfiltrasi jaringan sekitarnya, bahkan membentuk zona echogenik yang kuat, merusak struktur normal payudara serta terjadi penebalan atau depresi kulit lokal di bagian atas massa, ini adalah pertanda penting dalam diagnosa kanker payudara.

3. Infra-Red Thermal Imaging

Pengaplikasian gambar menunjukkan distribusi suhu permukaan tubuh. Karena blok proliferasi sel kanker kaya akan suplai darah, dan suhu permukaan tubuh lebih tinggi dari jaringan sekitarnya, ini digunakan untuk membuat sebuah diagnosis. Namun, metode ini tidak memiliki standar yang tepat, bagian abnormal tidak sesuai dengan tumor, memiliki tingkat diagnosis yang masih kurang, dan jarang digunakan dalam beberapa tahun terakhir.

4. Infrared Light Scanning (ILS)

Pada layar tampilan dapat terlihat bayangan berwarna abu-abu muda hingga hitam, ini bisa lebih besar dari benjolan asli, memiliki batas yang tidak jelas, dan bentuknya tidak beraturan. Selain itu, disertai dengan bayangan vaskular yang abnormal, gangguan distorsi kasar, bentuk radial, strip, ekor tikus atau kalajengking (gambar 23).

5. CT-scan

Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk menentukan posisi biopsi pada kanker payudara, memastikan stadium kanker payudara pra-operasi, memeriksa ada tidaknya pembengkakan pada area payudara posterior, pergelangan kaki dan kelenjar getah bening internal, serta membantu dalam perencanaan pengobatan.

6. Tumor marker

Dalam proses pembentukan kanker, mulai dari produksi, sekresi, pelepasan komponen jaringan seluler, serta pembentukan antigen, enzim, hormon atau metabolit, zat ini telah tersimpan di dalam sel tumor atau cairan tubuh inang tumor, disebut dengan penanda tumor.

        Dalam pemeriksaan kanker payudara, pada prinsipnya dimulai dari yang paling sederhana, yaitu metode pemeriksaan non-invasif. Akan jauh lebih baik jika melalui pemeriksaan yang paling sederhana memastikan tidak adanya kanker payudara. Jika dokter masih ragu, bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sampai didapat diagnosa yang pasti. Jika terdiagnosa kanker payudara, Anda tidak perlu khawatir. Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker dengan tingkat kesembuhan tertinggi saat ini. Aktif menjalani pengobatan dan tetap bersikap positif adalah dua hal yang dapat membantu proses penyembuhan kanker payudara.